17 Wilayah Indonesia Alami HTH Ekstrem Panjang, DIY Capai 141 Hari

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/tifani-5'>TIFANI</a>
OLEH: TIFANI
  • Jumat, 25 September 2026, 11:38 WIB
17 Wilayah Indonesia Alami HTH Ekstrem Panjang, DIY Capai 141 Hari
Ilustrasi Wilayah Indonesia Alami HTH Ekstrem Panjang (Sumber: Gemini Generated Image)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.637 titik di Indonesia mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem panjang. Kondisi tersebut terjadi ketika suatu wilayah tidak mengalami hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut. 

Dari hasil pemantauan BMKG, 17 wilayah Indonesia mengalami HTH ekstrem panjang, dengan durasi terlama mencapai 141 hari. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi wilayah dengan HTH terpanjang, yakni mencapai 141 hari. 

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia. Berdasarkan hasil pemantauan hingga dasarian I September 2026, sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. 

Kondisi tersebut menunjukkan atmosfer yang relatif kering di sebagian besar wilayah Indonesia. Wilayah dengan HTH terpanjang di DIY tercatat berada di Bantul. 

Selain DIY, sejumlah wilayah lain juga mengalami periode tanpa hujan yang berlangsung lebih dari 90 hari.

17 wilayah alami HTH ekstrem panjang

BMKG mencatat sejumlah provinsi mengalami HTH ekstrem panjang hingga September 2026. Berdasarkan pemantauan BMKG, berikut daftar wilayah dengan durasi HTH terpanjang:
  1. D.I. Yogyakarta: 141 hari
  2. Jawa Tengah: 139 hari
  3. Jawa Timur: 139 hari
  4. Nusa Tenggara Timur (NTT): 128 hari
  5. Nusa Tenggara Barat (NTB): 125 hari
  6. Bali: 123 hari
  7. Jawa Barat: 120 hari
  8. Banten: 118 hari
  9. Sulawesi Selatan: 112 hari
  10. Maluku: 104 hari
  11. Bangka Belitung: 103 hari
  12. Sulawesi Tenggara: 99 hari
  13. Gorontalo: 99 hari
  14. Sulawesi Utara: 98 hari
  15. Sulawesi Barat: 98 hari
  16. Kalimantan Tengah: 97 hari
  17. Maluku Utara: 96 hari
Data tersebut menunjukkan wilayah Indonesia bagian selatan masih menjadi kawasan yang banyak mengalami periode tanpa hujan dalam waktu panjang. Beberapa wilayah bahkan telah mengalami HTH selama lebih dari 100 hari.

El Niño masih pengaruhi kondisi kemarau

Kondisi atmosfer yang relatif kering di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh fenomena El Niño. BMKG mencatat El Niño masih berada pada kategori sangat kuat.

Pada Dasarian I September 2026, anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3,4 tercatat mencapai +2,76 derajat Celsius. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator kuatnya fenomena El Niño yang sedang berlangsung.

BMKG memperkirakan fenomena El Niño masih dapat bertahan hingga awal 2027. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pola hujan di sejumlah wilayah Indonesia. 

Meski sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau, sejumlah daerah mulai memasuki musim hujan. Berdasarkan pemantauan BMKG hingga 20 September 2026, wilayah yang mulai mengalami musim hujan antara lain sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kalimantan Timur.

Dengan demikian, kondisi cuaca di Indonesia saat ini tidak sepenuhnya seragam. Sebagian besar Zona Musim masih berada pada periode kemarau, sementara beberapa wilayah lainnya mulai mengalami peningkatan curah hujan.

Kondisi HTH ekstrem panjang juga perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang telah mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari 60 hari. Durasi HTH yang panjang menunjukkan kondisi kering yang berlangsung cukup lama di sejumlah daerah Indonesia.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: TIFANI

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA