Menag menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merintis dakwahnya dengan berfokus pada pembangunan karakter manusia.
Hal tersebut karena moralitas adalah tiang penyangga setiap peradaban, di mana penegakannya akan membuat keadilan tumbuh, ilmu pengetahuan mendatangkan manfaat nyata, kekuasaan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, serta kasih sayang merekatkan kehidupan sosial bermasyarakat.
“Transformasi yang dibawa Rasulullah SAW merupakan sebuah lompatan peradaban yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan keadilan, penguatan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” jelas Menag dalam keterangannya yang dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 25 Agustus 2026.
Landasan moral tersebut merujuk langsung pada sabda Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Menag.
"Innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq, yang berarti, sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak,” ujar Menag.
Lebih lanjut, Menag mengenang kembali kondisi peradaban manusia empat belas abad lalu yang sempat berada dalam cengkeraman era jahiliah, ditandai dengan runtuhnya nilai kemanusiaan, penindasan oleh pihak yang kuat kepada yang lemah, serta hilangnya martabat perempuan.
Segala kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan tanpa batas yang dinikmati umat manusia saat ini merupakan buah dari perjuangan agung Rasulullah SAW yang mendedikasikan hidupnya untuk membebaskan manusia dari kegelapan kejahilan, sehingga patut untuk disyukuri dan dirawat.
Di akhir pesannya, Menag mengajak umat Islam untuk terus merawat rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang senantiasa memikirkan dan mendoakan umatnya, meski terbentang jarak ruang dan waktu.
Menag juga mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Ia berharap momentum tersebut menjadi penguat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menghidupkan ajarannya.
BERITA TERKAIT: