Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menyampaikan, meskipun Ponorogo bukan merupakan daerah penghasil kelapa sawit, namun pemanfaatan produk-produk turunan kelapa sawit sebenarnya sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Merdeka Run Ponorogo 2026 ini merupakan salah satu sarana, terutama bagi BPDP untuk mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit dan perkebunan," ujar Helmi Muhansyah dalam keterangan tertulis, Senin 24 Agustus 2026.
Ajang Merdeka Run Ponorogo 2026 ini diselenggarakan oleh Paguyuban Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo (Pawitandirogo) yang diadakan di kawasan Monumen Reog Ponorogo Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dengan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah.
Turut serta hadir jajaran pimpinan lintas kementerian, di antaranya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana.
Partisipasi aktif BPDP dalam ajang ini bertujuan untuk promosi kebaikan sawit dalam melawan black campaign (kampanye negatif) yang selama ini kerap mendera industri kelapa sawit.
Melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa komoditas sawit tidak hanya sebatas bahan baku minyak goreng saja.
Di hadapan para peserta dan komunitas lari (runners), dijelaskan berbagai bentuk inovasi turunan sawit yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan gaya hidup harian, seperti minyak makan merah, suplemen bernutrisi tinggi yang dapat dikonsumsi untuk mendukung kesehatan dan stamina penggiat olahraga karena kaya akan tokoferol (Vitamin A dan Vitamin E)
"Ponorogo mungkin tidak ada tanaman kelapa sawit, tetapi kalau bicara pemanfaatannya, hampir semua masyarakat di sini tidak lepas 24 jam bersama sawit, salah satunya produk yang dapat menunjang kesehatan" demikian Helmi.
BERITA TERKAIT: