Gerakan penguatan ekonomi ini terwujud lewat kolaborasi strategis bersama PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), dengan menghimpun infak sukarela dari para pelanggan di berbagai jaringan ritel seperti Hypermart, Primo, Foodmart, Hyfresh, Boston, hingga FMX sepanjang Februari hingga April 2026.
Selain mendistribusikan beasiswa bagi 80 santri, fokus utama program ini diarahkan langsung untuk membentengi ketahanan ekonomi pondok melalui suntikan tambahan modal usaha serta peremajaan fasilitas unit Kantin Shofiyyah. Langkah ini menjadi ikhtiar agar pesantren memiliki sumber pendanaan mandiri yang kokoh dalam menopang operasional sehari-hari.
Manajer Fundraising NU Care-LAZISNU PBNU, Wahyu Nurhadi, menegaskan bahwa dana infak umat didorong untuk bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
"Kami ingin setiap kebaikan yang dititipkan melalui LAZISNU benar-benar bergerak menjadi manfaat. Beasiswa ini kami harapkan menjadi penyemangat bagi santri terus belajar dan menggapai cita-cita, sementara dukungan ekonomi menjadi pijakan agar pesantren semakin mandiri dan mampu tumbuh secara berkelanjutan," ujar Wahyu Nurhadi dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Selasa 25 Agustus 2026.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Program dan Distribusi LAZISNU Jateng, Aan Zainul Anwar, menekankan bahwa intervensi ekonomi ini dirancang sebagai pemantik kekuatan baru bagi ekosistem internal pesantren.
Apresiasi hangat turut disampaikan Pengasuh PP Al Irsyad, Syauqie Taufiqurrahman, atas beroperasinya kembali unit usaha kantin yang kini tampil lebih prima berkat dukungan donatur.
"Terima kasih kepada LAZISNU dan para pelanggan yang menyalurkan infaknya melalui kasir MPPA. Insyaallah bantuan ini sangat bermanfaat bagi santri di sini. Semoga apa yang diberikan membawa berkah, menjadi pahala, dan LAZISNU senantiasa amanah dalam menjalankan tugasnya," ujarnya.
Sentuhan pemberdayaan ekonomi ini terlihat nyata pada kebangkitan Kantin Shofiyyah di lingkungan Pesantren Al Irsyad.
Melalui alokasi tambahan modal dan pembaruan perangkat usaha, unit niaga pesantren ini kini siap menopang kebutuhan finansial pondok secara mandiri.
BERITA TERKAIT: