Kemenag Pulihkan Pembelajaran Madrasah Terdampak Gempa Flores dengan TLS dan School Kit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Minggu, 23 Agustus 2026, 12:47 WIB
Kemenag Pulihkan Pembelajaran Madrasah Terdampak Gempa Flores dengan TLS dan School Kit
Kemenag RI salurkan bantuan untuk pemlihan pendidikan di NTT (Foto: Kemenag)
Kecil Besar
rmol news logo Pemulihan kegiatan belajar di madrasah yang terdampak gempa Flores terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag).
HUT RMOL news

Sebagai langkah awal, Kemenag menyiapkan 16 Temporary Learning Space (TLS) serta mendistribusikan 1.000 school kit untuk membantu keberlangsungan pendidikan peserta didik di wilayah terdampak bencana.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa kondisi bencana tidak boleh membuat anak-anak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.

“Bencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan haknya mendapatkan pendidikan. Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dengan aman dan layak, sekaligus memberikan dukungan kepada madrasah yang terdampak,” ujar Amien Suyitno, dikutip redaksi, Minggu 23 Agustus 2026.

Bantuan tahap pertama difokuskan pada madrasah yang mengalami dampak paling berat. Dari pemetaan sementara, terdapat 72 madrasah yang terdampak gempa. Sebanyak 15 madrasah dengan tingkat kerusakan terparah menjadi sasaran awal penyaluran bantuan.

Keberadaan TLS diharapkan menjadi solusi sementara agar proses belajar mengajar tidak terhenti akibat kerusakan fasilitas pendidikan. Sementara itu, distribusi school kit ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar para siswa yang turut terdampak bencana.

Menurut Suyitno, pemulihan fasilitas pendidikan harus berjalan seiring dengan pemulihan aktivitas belajar. Karena itu, pemerintah berupaya memberikan dukungan yang dibutuhkan madrasah agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan secara bertahap.

“Kita ingin memastikan madrasah yang terdampak tetap mendapatkan dukungan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pembelajaran. Bantuan ini diharapkan dapat membantu madrasah dan peserta didik kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara bertahap,” tuturnya.

Selain menyalurkan bantuan, Kementerian Agama akan melanjutkan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi madrasah terdampak. Pemetaan kebutuhan juga akan terus dilakukan agar dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag memastikan layanan pendidikan di NTT kembali pulih dan peserta didik tetap memiliki akses terhadap pembelajaran meski berada dalam situasi pascabencana.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA