Investor mencermati perkembangan tekanan ekonomi AS terhadap Iran serta sejumlah agenda penting pekan ini, termasuk laporan keuangan Nvidia dan data inflasi.
Indeks S&P 500 turun 0,28 persen atau 21,51 poin ke level 7.652,86. Nasdaq Composite melemah 0,76 persen atau 200,26 poin menjadi 25.980,19. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,26 persen atau 140,15 poin ke level 53.417,16.
Tekanan terbesar datang dari saham teknologi dan perusahaan semikonduktor. Nvidia anjlok 2,9 persen, Micron Technology merosot 5,8 persen, sedangkan Broadcom turun 2,6 persen. Pelemahan saham-saham tersebut turut menekan indeks Philadelphia Semiconductor dan sektor Information Technology di S&P 500.
Sentimen terhadap sektor teknologi juga terbebani meningkatnya penolakan politik terhadap pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Gubernur Texas Greg Abbott memperingatkan perusahaan pusat data setelah penolakan masyarakat terhadap sejumlah proyek meningkat. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu risiko bagi saham teknologi menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Di sisi lain, saham sektor keuangan menguat dan membantu menopang pergerakan Dow Jones. JPMorgan Chase naik 1,4 persen, sedangkan Visa melonjak 3 persen.
Investor juga mencermati rencana pemerintahan Donald Trump untuk memperluas sanksi terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran. Namun, hukuman tersebut belum diberlakukan.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat. Imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun masih berada di atas 5 persen, sementara investor mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.
Laporan keuangan Nvidia menjadi perhatian utama karena hasilnya diperkirakan memberikan gambaran mengenai kekuatan investasi AI sekaligus tingginya valuasi saham teknologi. Investor juga menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Rabu yang menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan The Fed.
Tekanan tambahan datang dari sektor otomotif setelah Trump mengancam menaikkan tarif impor mobil, truk, dan suku cadang dari Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari. Saham Ford turun 3,3 persen, General Motors melemah 1,1 persen, sedangkan JB Hunt Transport merosot sekitar 5,7 persen.
BERITA TERKAIT: