Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas yang terdampak untuk memastikan keselamatan dan kelancaran layanan transportasi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai sarana dan prasarana, mulai dari pelabuhan, terminal, hingga bandara.
“Kami turut berduka cita dan prihatin atas peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT. Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi. Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan laporan sementara Kemenhub, kerusakan tercatat di sejumlah fasilitas, antara lain Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, serta Bandara Komodo.
Di Pelabuhan Laurentius Say, bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu dilaporkan roboh. Saat gempa terjadi, KM Bukit Siguntang tengah bersandar di pelabuhan tersebut.
Kerusakan juga terjadi di Pelabuhan Reo pada bagian kantor dan terminal. Sementara di Pelabuhan Nangakeo, kerusakan ringan berupa plafon runtuh dan tembok retak menyebabkan layanan perintis untuk sementara dihentikan.
Adapun di Bandara Komodo, kerusakan ditemukan pada Gedung PKP-PK, terminal sisi darat, dan gedung administrasi. Kerusakan minor juga terjadi pada fasilitas sisi udara, tepatnya fillet Taxiway A. Meski demikian, bandara masih beroperasi dengan sejumlah pembatasan.
Dudy meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di NTT dan wilayah sekitarnya terus berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan operator transportasi untuk memantau perkembangan kondisi pascagempa.
“Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan,” kata Dudy.
Kemenhub akan melanjutkan pemantauan dan pemeriksaan fasilitas transportasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti pembaruan resmi pemerintah.
“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkas Dudy.
BERITA TERKAIT: