Ratas tersebut membahas sejumlah perkembangan bencana, mulai dari gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga perkembangan penanganan kebakaran hutan dan asap.
Di Istana, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan Yusuf Jauhari.
Sementara itu, sejumlah kepala daerah dari wilayah terdampak bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Bakom Muhammad Qodari, serta pejabat terkait mengikuti ratas melalui saluran Zoom.
Dalam arahannya, Prabowo mengatakan ratas digelar untuk memantau perkembangan sekaligus mendengar situasi terkini terkait berbagai bencana yang tengah dihadapi Indonesia.
"Saya hanya ingin monitor bagaimana perkembangan, sekaligus mendengar situasi yang terkini. Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana, gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, kondisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire membuat pemerintah harus memiliki kesiapsiagaan, termasuk meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan.
"Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," tegasnya.
Prabowo juga mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja keras dalam menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dia menilai respons pemerintah terhadap kebakaran hutan juga cukup masif, meski masih terdapat sejumlah keterlambatan yang perlu dicatat.
Untuk mengantisipasi bencana ke depan, Prabowo meminta pemerintah menyusun langkah persiapan yang menyeluruh dan masif.
"Berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian, lebih banyak ekskavator di tingkat ekskavator-ekskavator kecil di tempat, di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan itu lebih baik," tegasnya.
BERITA TERKAIT: