Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 warga dikonfirmasi meninggal dunia.
Sebaran korban jiwa meliputi Kabupaten Manggarai dengan enam korban meninggal, Kabupaten Manggarai Timur lima korban jiwa, dan Kabupaten Sikka tiga korban jiwa.
Selain itu, dua warga dilaporkan mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan yang kini dalam penanganan medis.
"Data korban ini merupakan data sementara dan masih terus divalidasi oleh pihak BPBD bersama tim gabungan di lapangan," tegas Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo. Guncangan hebat selama kurang lebih satu menit itu tak hanya menghentak NTT, tetapi juga dirasakan hingga Kota Bima di NTB, serta wilayah Sulawesi Selatan seperti Kepulauan Selayar, Jeneponto, dan Maros.
Selain menelan korban jiwa, guncangan keras ini memicu kerusakan infrastruktur yang cukup masif. Data sementara mencatat 54 unit rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 11 rusak ringan.
Fasilitas publik pun tak luput dari dampak: lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga tempat ibadah, serta enam kantor pemerintah dilaporkan rusak.
Sedikitnya 2.000 warga kini terpaksa mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman. BNPB memastikan bahwa peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG pascametode observasi muka laut telah resmi dicabut pada pukul 07.31 WIB. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
BERITA TERKAIT: