Jajaran Kementerian Pertahanan pun mengonfirmasi bahwa kapal swasta tersebut memang resmi dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, penempelan logo Kemhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport itu menandakan bahwa aktivitas operasional armada berada penuh di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.
"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Rico kepada wartawan, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Meski begitu, Rico menegaskan kepemilikan aset tetap berada di tangan pihak swasta. Pemanfaatannya di lapangan diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam merealisasikan agenda swasembada pangan.
Secara spesifikasi, kapal J7 Explorer dibangun di Batam dan rampung pada 2022. Kapal berbobot 8.076 GT ini dibekali 25 kabin yang sanggup menampung 50 tamu, fasilitas helipad, serta akomodasi kru dalam jumlah besar.
Alih-alih dipakai untuk plesiran mewah, kapal megah ini justru disulap Haji Isam menjadi pangkalan bergerak (
floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Langkah ini diambil mengingat karakter geografis Papua Selatan yang relatif terisolasi dan minim infrastruktur darat. Keberadaan J7 Explorer menjadi sangat krusial sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses lapangan.
Keterlibatan kapal super mewah ini menjadi bagian dari pengerahan sumber daya besar-besaran Haji Isam dalam merespons agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Guna mengejar target cetak sawah di Merauke, ribuan unit alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri diterjunkan langsung ke lokasi proyek.
"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Haji Isam dalam keterangan terpisah.
Pengusaha nasional ini menegaskan, keterlibatannya dalam mega proyek pangan di timur Indonesia ini bukan semata-mata berhitung soal kalkulasi untung-rugi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan penugasan negara. Proyek ini diharapkan tak hanya memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga menyerap ribuan tenaga kerja baru bagi masyarakat Papua.
Dengan penugasan barunya di bumi Cenderawasih, J7 Explorer kini resmi melepas citranya sebagai
luxury yacht. Kapal raksasa tersebut bertransformasi menjadi kantor berjalan sekaligus infrastruktur penunjang utama demi mengejar target swasembada pangan nasional.
BERITA TERKAIT: