Kepala Suku Meop, Jorgen Meop menegaskan, insiden berdarah ini harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperketat keamanan lingkungan dan menolak provokasi.
"Kami mengecam penembakan terhadap tiga orang sipil di Distrik Muliama. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah," tegas Jorgen dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 September 2025.
Desakan serupa disampaikan Kepala Suku Lapago Wilayah Biak dan Supiori, Tomy Kogoya. Ia meminta TNI-Polri tidak ragu menyeret para pelaku ke jalur hukum.
"Penembakan terhadap tiga warga sipil merupakan persoalan serius. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut dan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Tomy.
Dukungan terhadap penegakan hukum juga disuarakan Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro. Ia berharap langkah tegas aparat dapat memberikan rasa aman dan mengembalikan kondusivitas wilayah.
Di sisi lain, para tokoh adat mengimbau agar rentetan peristiwa keamanan tidak mengganggu jalannya roda pemerintahan dan layanan bagi masyarakat.
Kepala Suku Modouw Kampung Waena, Corneles Gustav Modouw, serta Kepala Suku Kampung Sorendiweri Supiori, Utrekt Manampaisem, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mendorong pemerintah daerah tetap memprioritaskan pelayanan publik di Wamena dan sekitarnya.
"Kami mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan menolak segala bentuk ancaman yang menghambat aktivitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat," pungkas Corneles.
BERITA TERKAIT: