PT Saka Energi Indonesia Mulai Bor Sumur Eksplorasi SM-1 di WK Pekawai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 25 September 2026, 08:44 WIB
PT Saka Energi Indonesia Mulai Bor Sumur Eksplorasi SM-1 di WK Pekawai
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Komitmen dalam memperkuat sektor hulu minyak dan gas bumi kembali dibuktikan oleh PT Saka Energi Indonesia (SAKA). 

Anak usaha Subholding Gas Pertamina ini resmi memulai penajakan sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur, pada 22 September 2026 guna mendongkrak cadangan migas baru.

Langkah strategis ini dijalankan melalui PT Saka Energi Sepinggan selaku operator WK Pekawai, yang secara konsisten menggali potensi wilayah tersebut sejak mendapat kepercayaan dari pemerintah lewat SKK Migas pada 16 Mei 2018. Pengeboran SM-1 menjadi instrumen penting untuk menguji kandungan hidrokarbon di dalam bumi.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menyatakan bahwa WK Pekawai menyimpan daya tarik eksplorasi yang besar. Pengeboran ini merupakan tahap krusial untuk membuktikan potensi hidrokarbon yang sebelumnya telah dipetakan melalui serangkaian studi geologi dan geofisika.

“WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika,” ujar Fuji dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 25 September 2026.

Dalam operasionalnya, SAKA menggandeng konsorsium PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT ADES Drilling Indonesia dengan mengerahkan Jack-Up Rig Soehanah. Efisiensi dan keselamatan kerja turut dimaksimalkan melalui penggunaan teknologi Casing While Drilling (CWD), metode serupa yang sukses diterapkan pada sumur SID-5 di WK Pangkah, sehingga proses pengeboran dan pemasangan selubung sumur dapat berjalan secara simultan.

Persiapan matang yang mencakup keandalan rig, integrasi peralatan, uji sistem, hingga kesiapan personel dan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) telah dipenuhi. Sumur SM-1 diproyeksikan menembus kedalaman akhir hingga sekitar 12.400 ftMD dengan agenda pengujian sumur (well-testing) pada dua zona target.

Dari kalkulasi awal, struktur SM-1 menyimpan potensi volume hidrokarbon in-place (P50) mencapai 109 BCF gas serta 22 MMBOE minyak dan kondensat. Prospek ini semakin kuat karena karakteristik geologinya terhubung langsung dengan Lapangan Manpatu yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), di mana sekitar 10 hingga 24 persen struktur lapangannya masuk ke dalam wilayah WK Pekawai.

Fuji menegaskan bahwa seluruh rangkaian aktivitas eksplorasi ini dijalankan secara terukur dengan menjadikan faktor keandalan operasional dan keselamatan sebagai prioritas utama. Penerapan HSSE Golden Rules dikawal secara ketat di setiap lini.

Melalui langkah eksplorasi yang berkesinambungan ini, SAKA bertekad untuk mengeksploitasi potensi WK Pekawai secara aman dan bertanggung jawab demi mengamankan pasokan serta ketahanan energi nasional. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA