BICF 2026 Gaet Ribuan Penyanyi, Bali Jadi Panggung Harmoni Internasional

LAPORAN: NARENDRA WICAKSONO*

Senin, 27 Juli 2026, 15:49 WIB
BICF 2026 Gaet Ribuan Penyanyi, Bali Jadi Panggung Harmoni Internasional
Pembukaan Bali International Festival (BICF) 2026. (Foto: RMOL)
Kecil Besar
rmol news logo Ajang kompetisi Bali International Festival (BICF) 2026 digelar dengan skala lebih besar dibandingkan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. 

Festival yang mempertemukan para penyanyi seluruh dunia itu berlangsung 26-30 Juli 2026 menghadirkan 3.000 penyanyi dari 11 negara antaranya Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, China, Afrika Selatan, Lithuania, Spanyol, Thailand, Amerika Serikat dan 16 provinsi di Indonesia. 

Festival Director BICF 2026 sekaligus Direktur Bandung Choral Society, Indra Kurniawan Salama menyebut penyelenggaraan tahun ini mengusung tema yang tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya, namun memiliki peningkatan dari jumlah keikutsertaan partisipasi peserta. 

BICF 2026 mempertandingkan sekitar 18 kategori, mulai dari Children Choir, Youth Choir, Musica Sacra, Folk Song dan kategori lainnya. 

Meskipun tidak ada pembaruan kategori, kata dia, setiap kategorinya diikuti peserta yang berbeda-beda. Indonesia sendiri menjadi negara dengan peserta paling banyak, sekira 60-70 tim mendaftar dari kategori paduan suara, 50-60 peserta dari kategori penyanyi solo. 

"Tahun ini pesertanya lebih banyak dan kategori yang diikuti lebih bervariasi. Pokoknya tahun ini lebih keren dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Indra kepada awak media usai Pembukaan BICF 2026, di Dharma Negara Alaya, Denpasar, Bali, Minggu 26 Juli 2026.

Ajang kali ini mengusung tema 'Singing Together is Better", dengan target penyelenggaraan tahun ini lebih meriah sekaligus memperluas pengenalan BICF kepada masyarakat Internasional.

Festival akan digelar selama lima hari dengan berbagai rangkaian kegiatan, diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan kompetisi yang akan dimulai dari pagi hingga sore hari, di beberapa titik seperti Choral Exchange Icon Bali, dan kegiatan konser amal di Gereja Katedral Bali. 

Nantinya, ada program Choral Exchange menjadi salah satu agenda yang menonjol karena mempertemukan dua paduan suara dari atau latar budaya berbeda untuk saling memperkenalkan lagu daerah, berbagi pengalaman, hingga penampilan tarian tradisional masing-masing daerah.

"Even ini jadi ajang pertukaran budaya. Mereka saling membawakan lagu dari negaranya, saling berbagi pengalaman dan saling mengajarkan tarian tradisional," tutur Indra.

Tak hanya tentang even bersenang-senang, namun salah satu rangkaian festival ini nanti tentang konser aman untuk menggalang dana bagi organisasi sosial. Di mana hasil dari penjualan tiketnya akan diserahkan kepada pihak gereja untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. 

Nantinya, aspek kompetisi di setiap kategori akan menghasilkan para pemenang, dan para juara kategori akan kembali bertanding pada babak Grand Prix dalam memperebutkan gelar juara umum BICF 2026. 

"Tiap tahun selalu ada peserta tahun sebelumnya yang juara ikut kompetisi. Tandanya, festival ini bisa dinikmati oleh mereka," pungkas Indra.rmol news logo article

*Kontributor Bali
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA