Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar serta menjembatani peluang kerja sama dengan perbankan, dunia usaha, dan calon mitra.
Jaenal Effendi selaku Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menjelaskan, kegiatan ini dirancang bukan sekadar ajang pamer barang, melainkan strategi strategis untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam ekosistem haji dan umrah.
“Dari pameran menjadi kemitraan, dari kemitraan menjadi transaksi, dan dari transaksi menjadi pertumbuhan ekonomi dan kemaslahatan masyarakat,” ungkap Jaenal dikuti dari siaran Kemenhaj, Sabtu 26 September 2026.
Ratusan UMKM yang terlibat dikelompokkan ke dalam enam sektor berbeda, meliputi perlengkapan haji dan umrah, kuliner, busana Muslim, kerajinan tangan serta ekonomi kreatif, komoditas unggulan dan olahan, hingga penyedia layanan penunjang.
Untuk menggenjot perluasan pasar, panitia menggelar sesi business matching yang mempertemukan langsung para pelaku usaha dengan sektor perbankan dan dunia industri. Agenda ini diharapkan mampu merintis kerja sama baru sekaligus memicu transaksi konkret.
Di samping itu, penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah turut didorong lewat penerapan teknologi digital, salah satunya melalui peluncuran platform digital Haji dan Umrah Store.
Jaenal menekankan bahwa dampak positif dari perhelatan ini dirancang agar berkesinambungan dan tidak berhenti pada saat penutupan acara saja, melainkan terus menghasilkan jaringan kolaborasi serta transaksi jangka panjang.
“Dengan demikian, expo ini diharapkan menjadi titik awal, bukan titik akhir. Kami berharap lahir akses pasar yang lebih luas bagi UMKM serta kemitraan dan transaksi bisnis baru,” tutur Jaenal.
Penguatan ekosistem tersebut turut ditopang oleh sinergi lintas sektor, mulai dari jajaran pemerintah pusat dan daerah, perbankan, komunitas, hingga masyarakat luas. Kolaborasi ini dinilai krusial demi mengaitkan sektor UMKM dengan rantai pasok haji dan umrah.
Berlangsung di Stadion Wilis, Kota Madiun, pada 25–27 September 2026, pameran ini juga diintegrasikan dengan agenda Kick Off Manasik Haji Nasional 2026. Sebanyak 15.000 calon jemaah hadir secara langsung di lokasi, sementara ribuan jemaah lainnya mengikuti jalannya acara secara daring dari berbagai penjuru tanah air.
Mengusung tema “Sinergi Membangun Ekosistem UMKM, Haji & Umrah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”, pameran ini diharapkan mampu berfungsi sebagai wadah jangka panjang yang mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pasar di ekosistem haji dan umrah.
BERITA TERKAIT: