Ia dilantik untuk menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa penunjukan ini dilakukan agar tidak terjadi kevakuman tugas di tubuh BGN.
Sudaryono dipilih karena pengalamannya sebagai Wamentan dinilai sangat berkaitan erat dengan program makan bergizi gratis yang dijalankan oleh lembaga tersebut. Dipastikan pula bahwa Sudaryono akan menjabat secara definitif tanpa merangkap jabatan lamanya.
Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru menandai babak penting dalam perjalanan karier politik dan profesionalnya.
Lahir di Grobogan pada 23 Januari 1985, sosok yang akrab disapa Mas Dar ini memiliki rekam jejak yang luas, mulai dari pendidikan militer internasional, dunia korporasi, hingga lingkaran dekat kekuasaan nasional.
Lulusan National Defense Academy of Japan ini mengawali kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto saat bertugas sebagai asisten pribadi pada tahun 2010.
Perjalanan politiknya terus menanjak hingga dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra serta Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.
Di ranah organisasi, ia aktif memimpin asosiasi penting seperti APPSI dan HKTI, serta pernah mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog.
Sebelum masuk ke kabinet sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono telah lama malang melintang di dunia usaha.
Ia pernah memegang posisi kepemimpinan puncak seperti Corporate Secretary Nusantara Energy, CEO Garuda TV, CEO Nusantara Telematics System, hingga Chairman di sektor kesehatan.
Pengalaman manajerial yang matang di berbagai bidang industri tersebut membentuk kapasitas kepemimpinannya yang handal.
Kini, dengan kepercayaan penuh dari Istana untuk memimpin Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S Deyang, Sudaryono mengemban mandat besar dalam mengawal program prioritas makan bergizi gratis.
BERITA TERKAIT: