Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim memastikan Pemprov DKI Jakarta menjadikan peningkatan akses pendidikan sebagai prioritas, di antaranya melalui perluasan penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga penguatan program beasiswa.
"Jakarta kini tidak lagi bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan harus mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia," kata Chico dalam bincang-bincang Serius Tapi Santai Aktivis Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 10 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta, Matsani menegaskan, Pemprov DKI Jakarta mendorong peran aktif kelompok masyarakat sipil dan organisasi kemasyarakatan untuk ikut mengawal transformasi Jakarta menuju kota global.
Aktivis dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.
Matsani mengatakan, Jakarta saat ini berada dalam fase transformasi strategis setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Perubahan tersebut, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar Jakarta tetap menjadi kota yang kompetitif, modern, dan memiliki karakter kuat.
“Jakarta tidak hanya harus unggul dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memiliki masyarakat yang inklusif, partisipatif, dan berdaya,” kata Matsani.
Matsani menegaskan, cita-cita menjadikan Jakarta sebagai kota global tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga para aktivis untuk membangun ekosistem kota yang maju.
“Pembangunan Jakarta menuju kota global tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan para aktivis Jakarta,” pungkas Matsani.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: