Jakarta Belum Standar Jadi Kota Global yang Berbudaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Senin, 22 Juni 2026, 13:46 WIB
Jakarta Belum Standar Jadi Kota Global yang Berbudaya
Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Muhammad Rifki. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Memasuki usia ke-499, masih banyak pekerjaan rumah (PR) utama Pemprov DKI Jakarta saat ini, seperti penanganan kemacetan, banjir, dan perbaikan kualitas udara. 

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Muhammad Rifki alias Eki Pitung melalui keterangan elektroniknya yang diterima redaksi di Jakarta, Senin 22 Juni 2026.

"Belum lagi Ruang terbuka Hijau (RTH) belum ideal dan permukiman padat penduduk yang meningkatkan potensi kebakaran," kata Eki.

Jakarta yang digadang-gadang menjadi kota global yang berbudaya, juga masih menghadapi sulitnya akses air bersih, penggusuran, hingga persoalan sampah.

"Tolong kurangi bersoleknya, lebih baik Pemprov DKI fokus peningkatan SDM, peluang kerja, serta peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan," kata Eki.

Di sisi lain, Eki mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang rajin bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Betawi dan mendorong kegiatan bernuansa Betawi.

"Semoga persatuan dan kesatuan kaum Betawi dengan Pemprov DKI Jakarta akan semakin kokoh," pungkas Eki. rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA