Kondisi ini membuat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh memprioritaskan pelayanan pada aspek kesehatan, mobilitas, dan pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji.
“Jemaah usia produktif dan diindikasikan kondisi fisik stabil ada sekitar 57,8 persen, sekitar 41,7 persen jemaah haji Aceh berusia lebih dari 60 tahun, dan jemaah lanjut usia 80 tahun lebih sebanyak 2,7 persen,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, dikutip dari
RMOLAceh, Kamis 7 Mei 2026.
Arijal mengatakan, tingginya jumlah jemaah lanjut usia menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Selama berada di Arab Saudi, jemaah haji Aceh akan ditempatkan di Sektor 6 Wilayah Jarwal, Mekkah, dengan jarak sekitar 2,6 kilometer dari Masjidil Haram.
“Selama di sana disediakan bus shalawat yang akan melayani kebutuhan transportasi jemaah selama 24 jam,” ujar Arijal.
Menurut Arijal, seluruh jemaah haji Aceh yang tergabung dalam 14 kelompok terbang (kloter) akan diberangkatkan secara bertahap melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, mulai 6 Mei 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia Boeing 737.
Seluruh proses pelayanan jemaah dipusatkan di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Layanan tersebut meliputi penerimaan jemaah, pemeriksaan kesehatan akhir, distribusi dokumen perjalanan, pembagian biaya hidup (living cost), hingga penyediaan konsumsi dan akomodasi.
Selain itu, pembagian kartu nusuk sebagai kelengkapan administrasi selama di Tanah Suci juga dilakukan sebelum keberangkatan. PPIH bersama instansi terkait terus berupaya memberikan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah.
BERITA TERKAIT: