Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang. Namun, yang bekerja hanya 147,91 juta orang dan sisanya menganggur.
“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah pengangguran," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Kamis 5 Febuari 2026.
Meski demikian, angka pengangguran ini naik jika dibandingkan pada Febuari 2025 yang tercatat sebanyak 7,28 juta orang.
Adapun pengangguran terbanyak terdapat di wilayah perkotaan sebanyak 5,65 persen, sementara di pedesaan hanya 3,31 persen.
Berdasarkan jenis kelamin, pengangguran pria tercatat lebih banyak sekitar 4,75 persen dan wanita 4,71 persen.
Amalia merinci dari 147,91 juta orang penduduk bekerja, hanya 100,49 juta yang tercatat bekerja penuh.
Sisanya, sebanyak 35,85 juta orang bekerja paruh waktu dan 11,55 juta orang setengah menganggur. Setengah pengangguran ini adalah pekerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan.
BERITA TERKAIT: