Kepala Wilayah Kerja Skouw BKK Maya Wijayani Purba, menjelaskan pembentukan posko kesehatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan para pelintas selama periode libur dan arus mudik Lebaran 2026.
“Posko kesehatan kami hadirkan sebagai langkah antisipatif agar kondisi kesehatan pelintas tetap terjaga, terutama pada periode mobilitas tinggi seperti Lebaran. Selain pemeriksaan, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan selama perjalanan lintas batas,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.
Maya menjelaskan, BKK Skouw menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar bagi pelintas, meliputi pengecekan asam urat, kolesterol, gula darah, hingga pemeriksaan malaria.
“Seluruh layanan tersebut dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA), dengan mendatangi langsung posko kesehatan yang berada di area checkpoint kedatangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, menyampaikan bahwa kehadiran posko kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan lintas batas yang aman dan terpadu di kawasan perbatasan.
“Keberadaan posko kesehatan ini sangat strategis dalam memastikan pelintas tetap sehat dan aman selama melintasi PLBN Skouw. Ini merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” terang Ni Luh.
Menurutnya, kolaborasi antarinstansi di kawasan perbatasan menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang optimal, termasuk dalam aspek pengawasan dan pelayanan kesehatan bagi para pelintas.
Dengan beroperasinya posko kesehatan di kawasan PLBN Skouw yang berbatasan langsung antara Indonesia dan Papua Nugini, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan sehat, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan lintas batas di wilayah perbatasan negara.
BERITA TERKAIT: