Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci surplus ini disumbang kinerja ekspor yang mencapai 22,16 miliar Dolar AS, sementara impor 21,20 miliar Dolar AS.
Meski demikian, surplus ini lebih rendah dibanding akhir tahun lalu sebesar 2,52 miliar Dolar AS pada Desember 2025.
Ateng menyebut, neraca perdagangan awal tahun terutama ditopang surplus sektor nonmigas yang mencapai 3,22 miliar Dolar AS.
"Komoditi penyumbang surplus pada nonmigas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin 2 Maret 2026.
Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mencatatkan defisit sebesar 2,27 miliar Dolar AS. Defisit tersebut terutama berasal dari komoditas minyak mentah, hasil minyak, dan gas.
BERITA TERKAIT: