"Ini adalah hasil dari kerja keras banyak pihak berkat dukungan dan komitmen Presiden Prabowo," kata analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.
Namun, menurut Nasky, keberhasilan ini tidak boleh berhenti pada angka produksi semata. Karena negara wajib memastikan petani hidup sejahtera.
Lebih lanjut, kata Nasky, capaian swasembada beras bukan sekadar angka statistik, melainkan bentuk nyata keberpihakan Presiden Prabowo terhadap petani dan kekuatan pangan nasional.
“Ini bukan sekadar janji kampanye, tapi benar-benar dijalankan dalam kebijakan nyata,” kata Nasky.
Selain itu, swasembada juga membuka peluang penguatan sektor pertanian nasional melalui perbaikan infrastruktur irigasi, distribusi pupuk, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.
“Jika negara sudah swasembada, tetapi petaninya tetap miskin, maka ada yang keliru dalam tata kelola pangan kita," pungkas Nasky.
BERITA TERKAIT: