Menurut Iswara, kebijakan afirmasi tersebut sangat relevan, terutama bagi Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia.
“Jawa Barat memiliki ribuan pesantren dengan jumlah santri sangat besar. Program afirmasi LPDP bagi santri menjadi langkah penting agar mereka memiliki kesempatan yang sama melanjutkan pendidikan hingga tingkat global,” kata Iswara kepada wartawan, Rabu, 11 Maret 2026.
Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, Jawa Barat memiliki lebih dari 12 ribu pondok pesantren dengan ratusan ribu santri. Potensi besar tersebut dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan pendidikan yang memberikan akses lebih luas bagi para santri, termasuk melalui beasiswa LPDP.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu menegaskan, santri memiliki kapasitas akademik yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Santri tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak di antara mereka memiliki kemampuan akademik kuat jika diberi kesempatan,” ujarnya.
Iswara menambahkan, afirmasi beasiswa bagi santri juga merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, kalangan ulama dan santri berada di barisan terdepan melawan penjajah.
Sebelumnya, Bahlil menyampaikan dorongan agar beasiswa LPDP lebih terbuka bagi santri saat menghadiri safari Ramadan di Pesantren Az-Zainiyah, Kabupaten Sukabumi.
Menurut Bahlil, selama ini beasiswa LPDP lebih banyak dimanfaatkan lulusan sekolah umum, padahal santri juga memiliki kualitas yang tidak kalah untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
Iswara berharap dorongan tersebut dapat segera ditindaklanjuti pemerintah agar santri dari berbagai pesantren di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, memiliki akses lebih luas untuk menempuh pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri.
BERITA TERKAIT: