Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Petani Binaan Polri Hasilkan 3,9 Juta Ton Beras

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Minggu, 08 Maret 2026, 01:42 WIB
Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat menghadiri penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Sabtu 7 Maret 2026. (Foto: Dokumentasi RMOL)
rmol news logo Polri menegaskan perannya sebagai fasilitator yang mendorong penguatan ekosistem produksi pangan. 

Kesejahteraan petani menjadi prioritas utama karena mereka adalah ujung tombak dalam mewujudkan cita-cita swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan dan mandiri.

Demikian disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat menghadiri penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Sabtu 7 Maret 2026.

Dedi menyampaikan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kehadiran negara melalui Polri dalam menyentuh langsung kebutuhan dasar para pengolah tanah.

“Kami menyediakan dukungan pembiayaan melalui koperasi internal untuk kebutuhan bibit, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan). Harapan kami, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” kata Dedi. 

Dukungan komprehensif ini dirasakan langsung oleh 215 petani yang tergabung dalam 44 kelompok tani di bawah naungan Polda Metro Jaya. 

Sebagai bentuk modernisasi, Polri menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa 4 unit hand tractor, 4 unit pompa air, dan 5 unit hand sprayer, serta penyerahan simbolis bibit unggul dan pupuk berkualitas tinggi.

Kombinasi antara teknologi mesin dan ketersediaan sarana produksi (saprodi) diharapkan mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan. 

Dengan alat yang memadai, petani dapat mengolah lahan lebih luas dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan metode tradisional, sehingga efisiensi kerja meningkat pesat.

“Bahwa dukungan fisik ini merupakan bagian kecil dari ekosistem besar yang sedang dibangun bersama,” tegas Dedi. 

Karena, kesejahteraan petani menjadi prioritas utama lantaan mereka adalah ujung tombak dalam mewujudkan cita-cita swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan dan mandiri.

Dedi menjelaskan, program ketahanan pangan yang diinisiasi Polri telah membuahkan hasil membanggakan. 

Pada tahun 2025, lahan jagung binaan Polri memproduksi 3.975.934 ton jagung dari luas lahan 661.122 hektare. 

Capaian ini menjadi faktor kunci yang membawa Indonesia mengalami surplus produksi jagung nasional sebesar 470 ribu ton.

Untuk tahun 2026 ini, kata Dedi, Polri akan mengupayakan pemenuhan sisa target penanaman jagung agar mencapai 1 juta hektare. 

Dengan tercapainya target luas lahan tersebut, potensi produksi jagung nasional diperkirakan dapat melampaui 4 juta ton.

Melimpahnya hasil produksi tersebut diimbangi dengan sistem penyerapan yang baik oleh Bulog sebesar 101.713 ton, yang berperan vital menjaga stabilitas harga. 

Memasuki 2026, stok sisa tahun sebelumnya sebesar 4,5 juta ton menjadi modal kuat untuk mengawal ketersediaan pangan nasional sepanjang tahun.

Capaian surplus ini merupakan hasil dari manajemen pertanian yang terintegrasi. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif seluruh pemangku kepentingan yang bergerak dalam satu visi yang sama di bawah koordinasi Satgas Pangan Polri dan instansi terkait lainnya melalui kerja sama multisektor.

“Bahwa surplus ini tidak datang secara instan, melainkan hasil dari pengawalan ketat dan sinergi yang harmonis di semua lini,” pungkas dia. 

Polri berkomitmen menjaga tren positif surplus jagung ini demi mewujudkan kemandirian pangan Indonesia secara berkesinambungan. rmol news logo article


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA