"Pemerintah sudah melakukan perbaikan dibarengi dengan animo masyarakat bagaimana langkah tepat kita melakukan evaluasi. Yang paling tepat saat ini kita lakukan one way pada tanggal tertentu, hari tertentu atau jam-jam tertentu pada ruas tertentu, baik saat mudik maupun balik," kata Refdi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/5).
Mantan Karo Provos Mabes Polri ini menjelaskan, one way akan diterapkan pada KM 25 Cibitung hingga KM 262 Brebes Barat. Sementara arus balik one way akan diterapkan mulai KM 189 Palimanan hingga KM 29 atau KM 25.
"Perkiraan waktunya tanggal 31 Mei, 1 dan 2 Juni. Puncak mudik H-3 dan H-4. Mudah-mudahan kita mengusulkan tanggal 31 Mei yang belum diliburkan jadi cuti bersama. Demikian pada saat arus balik tanggal 9, 8 dan 7 mudah-mudahan kita terapkan," jelasnya.
Refdi menuturkan, wacana one way dipilih setelah rapat koordinasi dengan instansi terkait. Beberapa alternatif yang diusulkan untuk mengurai kepadatan yaitu diberlakukan sistem ganjil genap.
"Memang ada wacana (ganjil genap). Pergerakan normal lalu ada juga contra flow. Ganjil genap itu perlu kerja keras. Justru itu kita paparkan dengan Kapolri dan instansi lain setuju dengan one way itu. Pantura dan selatan bisa kita perkuat," ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada para pemudik untuk menyiapkan diri dengan baik jika hendak mudik. Adapun yang disiapkan yaitu kesehatan pengemudi dan kendaraan. Kemudian patuhi aturan yang ada di jalan dan mengisi bahan bakar yang cukup. Tak lupa juga pemudik diminta perhatikan uang elektronik untuk memasuki tol.
BERITA TERKAIT: