Pada Senin, 19 Januari 2026, kegiatan OMC dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Operasi ini merupakan kolaborasi antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.
Sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah perairan utara Jakarta. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki, pada sorti ini digunakan 800 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl).
Strategi penyemaian di wilayah perairan bertujuan untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta agar presipitasi dapat terkonsentrasi di laut.
Sorti kedua kembali difokuskan pada wilayah Perairan Barat Laut hingga Utara Jakarta. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 9.000?"10.000 kaki dengan awan target jenis Cumulus, hasil pengamatan menunjukkan awan memiliki base sekitar 4.000 kaki dan top hingga 11.000 kaki. Pada sorti ini digunakan kembali 800 kilogram NaCl untuk mengoptimalkan peluruhan awan hujan di wilayah perairan.
Pada siang hari, sorti ketiga dilaksanakan dengan fokus penyemaian di wilayah udara (overhead) Bogor dan Depok. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000?"6.000 kaki menggunakan 800 kilogram bahan semai Kalsium Oksida (CaO).
Penyemaian di wilayah selatan ini bertujuan untuk mengendalikan dan memecah awan hujan yang berpotensi bergerak ke wilayah Jakarta, sehingga intensitas hujan di daerah hilir dapat ditekan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa seluruh pelaksanaan OMC hari keempat dilakukan berdasarkan analisis meteorologi terkini dan pemantauan dinamika atmosfer secara berkelanjutan.
“Operasi Modifikasi Cuaca hari keempat ini difokuskan pada wilayah perairan dan wilayah selatan Jakarta sebagai langkah strategis untuk mengurangi potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah daratan DKI Jakarta,” ujar Yohan.
Ia menambahkan bahwa penentuan lokasi dan ketinggian penyemaian disesuaikan dengan arah angin, jenis awan, serta potensi pertumbuhan awan hujan yang terpantau oleh BMKG.
BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode pelaksanaan OMC untuk memastikan efektivitas upaya mitigasi cuaca ekstrem.
BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta turut menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.
Informasi kebencanaan dan peringatan dini cuaca dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.
BERITA TERKAIT: