Begitu tegas Bupati Muba, Dodi Reza Alex saat menjadi narasumber lokakarya bertajuk “Mensinergikan Rencana Aksi Kabupaten, Provinsi dan Nasional untuk Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Pencapaian SDGsâ€. Acara tersebut digelar Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Foksbi) di Hotel Aryaduta, Jakarta pada Senin (25/2).
“Langkah replanting ini dilanjutkan dengan rencana realisasi percepatan pengembangan komoditas kelapa sawit yang diintegrasikan dengan Verified Source Area (VSA), dan inovasi terbarukan bekerjasama dengan ITB terkait pengelolaan inti kelapa sawit menjadi menjadi bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel,†jelasnya.
Dalam acara ini, Dodi turut membagikan jurus mustajab sawit lestari. Salah satunya, upaya-upaya memakmurkan petani sawit yang dilakukan di Muba dan berhasil dapatkan pujian dari peserta.
"Sebagian besar masyarakat di Muba bergantung hidup pada perkebunan, khususnya perkebunan sawit. Maka memakmurkan petani sawit rakyat atau mandiri sudah menjadi prioritas dengan berbagai program terobosan yang akan diterapkan," ujar Dodi.
Saat ini, ribuan hektare kebun sawit rakyat siap menjadi penyedia bahan baku untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Sebagai langkah awal, produksi turunan dari tandan buah segar itu akan dikirim ke kilang minyak milik PT. Pertamina di Plaju, Palembang.
"Kita
supply ke Kilang Plaju untuk biofuel," tegasnya.
Pada tahun 2017, Muba berhasil meremajakan sawit rakyat seluas 7.500 hektare dan tahun 2019 bertambah 5.000 hektare. Sehingga total mencapai 12.500 hektare.
[ian]
BERITA TERKAIT: