Namun, hal itu sangat disayangkan lantaran terjadi di fasilitas publik seperti di bus Transjakarta.
Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Yoseph mengatakan praktik vandalisme di bus Transjakarta sama saja dengan merugikan masyarakat.
"Memang kota kita juara tapi nggak ada ceritanya hal kayak gini. Ini milik kita bersama dibayar dengan uang rakyat, uang kita bersama, melayaninya melayani rakyat bersama-sama kalau dicoret-coret ini berarti merugikan rakyat," ujar Daud Yoseph di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).
Karena itu, kata Daud, pighaknya tidak ingin menunjuk pelaku vandalisme tersebut dan menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian.
"Kita nggak mau menuduh siapapun. Makanya kalau proses polisi saja," ujar Daud.
Sebelumya, aksi vandalisme terjadi di bus Transjakarta, Minggu (9/12) malam. Di salah satu bus dicoret menggunakan cat dengan kalimat "JKT DAY".
[lov]
BERITA TERKAIT: