Pemilik Ide Pawai TK Bercadar Harus Diburu, Bukan Pengunggah Video

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 21 Agustus 2018, 08:22 WIB
Pemilik Ide Pawai TK Bercadar Harus Diburu, Bukan Pengunggah Video
TK bercadar/Net
rmol news logo Langkah Polresta Probolinggo memburu pengunggah video pawai anak TK bercadar saat HUT ke-73 RI menuai kritik.

Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid mengaku gagal paham dengan langkah tersebut. Seharusnya, sambung Yenny, Polisi menyelidiki orang yang memiliki ide untuk memakaikan cadar dan replika senjata ke anak-anak.

“Seharusnya yang diselidiki adalah orang yang ‘kebetulan’ punya ide dan berusaha mempengaruhi cara berfikir anak-anak sejak dini,” jelasnya dalam akun Twitter @yennywahid, Senin (20/8).

Aksi pawai anak-anak bercadar memegang senjata terjadi di Probolinggo. Video pawai ini viral karena diduga telah mengajarkan radikalisme ke anak-anak.

Dalam menanggapi kasus ini, Kapolres  Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, meminta publik untuk menghentikan kontroversi tersebut.

Pihak-pihak terkait telah melakukan klarifikasi dalam kasus itu. Sementara pengunggah video masih akan diburu untuk lakukan klarifikasi.

“Pengunggah akan kita lacak dan kita panggil ke Polres untuk klarifikasi,” tukasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA