Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid mengaku gagal paham dengan langkah tersebut. Seharusnya, sambung Yenny, Polisi menyelidiki orang yang memiliki ide untuk memakaikan cadar dan replika senjata ke anak-anak.
“Seharusnya yang diselidiki adalah orang yang ‘kebetulan’ punya ide dan berusaha mempengaruhi cara berfikir anak-anak sejak dini,†jelasnya dalam akun Twitter
@yennywahid, Senin (20/8).
Aksi pawai anak-anak bercadar memegang senjata terjadi di Probolinggo. Video pawai ini viral karena diduga telah mengajarkan radikalisme ke anak-anak.
Dalam menanggapi kasus ini, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, meminta publik untuk menghentikan kontroversi tersebut.
Pihak-pihak terkait telah melakukan klarifikasi dalam kasus itu. Sementara pengunggah video masih akan diburu untuk lakukan klarifikasi.
“Pengunggah akan kita lacak dan kita panggil ke Polres untuk klarifikasi,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: