Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan pihaknya tetap memantau aktivitas Merapi.
Menurutnya, pasca letusan tidak ada letusan susulan.
"Letusan hanya sesaat selama 2 menit. Setelahnya tidak nampak adanya letusan. BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) masih terus memantau intensif dan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi," kata Sutopo melalui keterangan tertulis, Jumat (1/6).
Sutopo menjelaskan hasil laporan BPPTKG, tinggi kolom abu letusan 6.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 8.968 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.
"Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi 2 menit," ujarnya.
Sutopo menambahkan, hujan abu vulkanik diperkirakan jatuh di sekitar Gunung Merapi, khususnya di sisi barat, lantaran arah angin dominan ke barat daya.
Kegiatan pendakian Gunung Merapi, sambung Sutopo sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
"Status Gunung Merapi masih tetap waspada (level 2). Di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi dilarang ada aktivitas masyarakat. Belum perlu ada pengungsian. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang," ujar Sutopo.
[nes]
BERITA TERKAIT: