Penanaman melibatkan banyak pihak, mulai BPBD Bondowoso, Forpimcam Maesan, siswa berbagai sekolah, komunitas pecinta alam hingga insan pers yakni JMSI Bondowoso.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi mengatakan, pelestarian lingkungan merupakan bagian dari misi Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid dan Wabup As'ad Yahya Syafi'i.
"Hari ini menjadi contoh konkret bagaimana kepedulian itu diwujudkan melalui penanaman 2.000 pohon dengan tema ‘Mulai Menanam Pohon untuk Investasi Kehidupan’. Kita tidak hanya berpikir untuk hari ini, tetapi juga untuk jangka panjang,” ujar Fathur dikutip
Kantor Berita RMOLJatim, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menegaskan, Bondowoso merupakan daerah yang cukup potensial terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor. Karena itu, penanaman pohon menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.
“Dalam satu tahun terakhir, di Gunungsari sudah dua kali terjadi banjir. Maka perlu upaya pencegahan sejak dini agar tidak terulang. Penanaman pohon ini bagian dari ikhtiar menjaga dan mencegah terjadinya bencana ke depan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman semata, tetapi harus diikuti dengan perawatan berkelanjutan.
“Tentu tidak hanya menanam. Pohon-pohon ini harus dirawat. Di sinilah peran penting pemerintah desa dan masyarakat. Penanaman dilakukan di musim hujan agar perawatan lebih mudah karena ketersediaan air sudah terbantu secara alami,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua JMSI Bondowoso, Bahrullah, menegaskan bahwa keterlibatan JMSI bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk tanggung jawab moral media terhadap isu lingkungan.
“Bagi JMSI Bondowoso, menanam 2.000 pohon hari ini bukan hanya simbolis. Ini investasi kehidupan. Pohon yang kita tanam sekarang adalah udara, air, dan keselamatan generasi Bondowoso ke depan. Media tidak cukup hanya memberitakan lingkungan, tapi harus membelanya,” tegasnya.
Ia menyebut, pohon merupakan investasi paling jujur karena manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
“Pohon menyimpan air, menahan longsor, menyerap karbon, dan menjaga keseimbangan alam. Nilainya jauh melampaui angka rupiah,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: