Pidato ini disampaikan di depan Rapat Rakyat, yang dihadiri Bung Karno dan para menteri. Peristiwanya terjadi pada perayaan ke-13 lahirnya Pancasila, 5 Juni 1945, di Istana Negara, Jakarta.
Namun, pada arsip otentik tanggal 5 Juni 1958, Yamin secara eksplisit, di hadapan Rapat Rakyat, mengakui memang Bung Karno yang pertama mengucapkan pidato yang berhubungan langsung dengan ajaran Pancasila.
Dalam kesempatan yang sama, nantinya akan diluncurkan buku berjudul 'Tjamkan Pantja Sila' seri pertama.
"Buku ini memuat secara utuh pidato Muhammad Yamin pada tanggal 5 Juni 1958. Saya sengaja menampilkan arsip otentik Muhammad Yamin, arsip ANRI Nomor.545, agar pembaca dapat menjadi bagian dari pengungkapan sejarah bangsa. Sejarah adalah jati diri suatu bangsa. Suatu bangsa yang tidak tahu jati dirinya sendiri adalah bangsa yang limbung. Tidak bisa berdiri ajeg karena alas tempat berdirinya pun tidak pance ," kata Rieke di Museum Filateli Jakarta, Kamis (31/5).
Kami sebagai penyusun melakukan digital scanning dan tidak dilakukan proses edit dan ejaan yang disempurnakan. Buku ini merupakan rangkaian seri 'Tjamkan Pantja Sila', modul kursus Bung Karno di Istana Negara.
[rry]
BERITA TERKAIT: