Forum bertema “All About Democracy” itu menjadi ajang konsolidasi kekuatan politik pro-demokrasi di Asia di tengah tantangan kemunduran demokrasi global.
Hasto hadir didampingi Ketua Departemen Hubungan Internasional DPP PDIP Hanjaya Setiawan, pengurus DPC PDIP Depok drg. Rahma Charliyan, serta sejumlah simpatisan partai.
Para pimpinan partai yang hadir diperkenalkan oleh Moritz Kleine-Brockhoff, yang pernah menjabat Kepala Wilayah Asia Tenggara & Timur untuk Friedrich Naumann Foundation for Freedom.
Saat menyambut Hasto, Moritz menyebutnya sebagai pejuang demokrasi yang pernah mengalami kriminalisasi hingga dipenjara. Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan hadirin.
"Hasto adalah salah satu tokoh politik favorit saya," kata Moritz dalam keterangannya, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.
Acara dibuka Presiden Partai Liberal Filipina, Lorenzo Erin Tañada III. Ia menyinggung momentum 80 tahun Partai Liberal Filipina dan 40 tahun Revolusi People Power.
"Demokrasi harus dimulai dari barisan kita sendiri," tegas Erin.
Ia juga mengingatkan adanya kemunduran demokrasi, menurunnya kepercayaan terhadap institusi, serta meningkatnya tantangan terhadap kebebasan fundamental di berbagai kawasan.
"Biarlah pertemuan di Manila ini menjadi jawaban kita. Biarlah ini menjadi ruang di mana kita menegaskan kembali komitmen kita tidak hanya pada idealisme demokrasi, tetapi pada tindakan demokrasi. Biarlah ini menjadi tempat di mana kita memperkuat kemitraan kita, menajamkan strategi kita, dan memperbarui tekad kita," urainya.
Usai pembukaan, agenda dilanjutkan dengan seminar bertajuk “Democratic Resilience at Risk: Violence Against Women in Politics in Asia” yang menghadirkan Leila de Lima sebagai panelis utama. Diskusi menyoroti ancaman kekerasan dan disinformasi terhadap politisi perempuan di Asia.
Hasto dijadwalkan menjadi pembicara dalam sesi Policy Roundtable on Democratic Resilience, dengan topik “Political Party Institutionalization and Strategic Campaign”. Ia akan satu panel dengan Florencio “Butch” Abad dan Sekjen Singapore Democratic Party, Chee Soon Juan.
"Kehadiran kami di sini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan PDI Perjuangan untuk memastikan pelembagaan partai berjalan beriringan dengan penguatan kualitas demokrasi baik di Indonesia maupun berbagai kawasan lain, khususnya di Asia Tenggara. Sebab demokrasi Indonesia menurut Bung Karno sangat khas dimana demokrasi politik dan ekonomi menjadi daya penggerak bagi kemerdekaan setiap anak bangsa dan terwujudnya cita-cita keadilan sosial,” ujar Hasto.
Selain itu, delegasi PDIP juga akan mengikuti pertemuan Komite Eksekutif (ExCo) CALD ke-52 untuk memilih pimpinan baru periode 2026-2028.
"Kami hadir mempertegas posisi PDI Perjuangan dalam mendukung pesan utama forum: bahwa demokrasi di Asia harus dipertahankan dan diperluas manfaatnya bagi seluruh warga negara," demikian Hasto.
BERITA TERKAIT: