Jacoba mengaku sebagai orang yang merekrut Derek di Majalah Selecta, meskipun kawan sejawatnya banyak yang tidak menyetujui keputusan itu. Ia mengatakan, jika sosok Derek pun sudah seperti adiknya sendiri.
"Bagi saya dia itu sudah seperti adik saya sendiri ya, karna dulu pertama kali sebelum dia masuk ke Sinar Harapan dia melamar ke Majalah Selecta," ujarnya di Rumah Duka, RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (27/5)
Jacoba mengatakan Derek sudah mengambil perhatiannya karena mempunyai bakat terpendam, ia pun tertarik untuk mengasahnya.
"Saya merekrut dia dari awal saya melihat dia itu mempunyai bakat-bakat yang jika diasah katakanlah dapat menjadi jurnalis tingkat dunia sebenernya," bebernya.
Ia pun juga menambahkan jika Derek Manangka merupakan orang yang mempunyai jiwa belajar yang tinggi.
"Saya melihat dia jiwa belajarnya tinggi," sebutnya.
Jacoba pun menceritakan bagaimana pertama kali Derek menjadi seorang jurnalis, di mana ia harus kehilangan giginya karena mengusut sebuah skandal dan berurusan dengan orang besar kala itu.
Derek Manangka meninggal dunia pada Sabtu pagi kemarin (26/5) pukul 10.00 WIB, di Rumah Sakit Umum Zahirah, Jalan Sirsak No. 21, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Di Kantor Berita Politik RMOL, Derek Manangka pria asal Manado, Sulawesi Utara (9 Agustus 1950) itu aktif menulis di kolom Catatan Tengah.
[fiq]
BERITA TERKAIT: