Casio Gandeng Kemendikbud Kembangkan Metode Pembelajaran Matematika Zaman Now

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 07 Mei 2018, 21:27 WIB
Casio Gandeng Kemendikbud Kembangkan Metode Pembelajaran Matematika Zaman Now
Foto: Net
rmol news logo Pelajaran Matematika selama ini dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan bagi para siswa terutama di Indonesia.

Karenanya diperlukan metode yang menarik bagi para siswa untuk dapat menyenangi pelajaran paling dasar dari cabang ilmu pengetahuan tersebut.

Begitu dikatakan Education Manager Casio Indonesia Mutia Meilina dalam pelatihan pemanfaatan kalkulator ilmiah dalam mendukung pelajaran, Senin (7/5).

Menurutnya, pemanfaatan kalkulator selama ini masih dianggap sebagai musuh para pengajar. Padahal, kalkulator dapat menjadi alternatif alat untuk mendukung pelajaran, utamanya matematika.

"Metode ini sudah lama menjadi metode yang diterapkan di Amerika Serikat dan negara maju lainnya. Pasalnya, pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering & Math) terbukti mampu membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mampu bernalar dan berpikir kritis, logis, dan sistematis yang menjadi kebutuhan siswa Indonesia zaman now,” ungkap Mutia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mejelaskan, pentingnya alternatif metode pembelajaran seperti matematika yang tidak lagi membuat siswa ketakutan.

"Pelajaran matematika adalah pelajaran yg sangat penting tapi sayang masih dianggap menakutkan. Merujuk kepada hasil PISA (Programme for International Student Assessment) terakhir di tahun 2015,” jelasnya saat memberikan arahan.

Oleh karena itu, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, penting mengembangkan metode yang menyenangkan dalam pelajaran yang selama ini dianggap susah bagi siswa.

"Saya percaya jika semakin banyak orang yang turut terlibat dalam program ini, untuk meningkatkan kemampuan guru matematika, saya yakin kapasitas dari hasil pembelajaran siswa Indonesia akan segera tercapai lebih baik untuk generasi selanjutnya,” terang Muhadjir.

Pada sisi lain Dwi Anggraeni, Master Trainer Casio yang juga merupakan guru matematika dari area Jawa Timur menjelaskan, pada metode pengajaran matematika yang berjalan saat ini, siswa lebih banyak diminta untuk berhitung.

Metode ini sudah dianggap tidak relevan dimana fokus pembelajaran hanya pada perhitungan, bukan problem solving atau penyelesaian masalah itu sendiri.

"Dengan teknologi kalkulator, maka siswa dapat dilatih untuk lebih kreatif memamfaatkan waktu belajarnya untuk meningkatkan kemampuan problem solving dimana kalkulator tidak hanya berfungsi alat hitung tapi sebagai media eksplorasi konsep matematika," jelas Dwi.

Hadir bersama Mendikbud Muhadjir Effendy, Sesjend Mendikbud, Dirjen Dikdasmen, Sesdirjen Dikdasmen, Direktur PSMK.

Adapun kegiatan pelatihan tersebut dihadiri 200 guru matematika dari Nusa Tenggara Barat yang merupakan kerjasama antara Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bersama Casio Indonesia sebagai rangkaian acara puncak peringatan Hardiknas 2018. [sam]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA