Atas alasan itu juga, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti fokus mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang memproduksi biji kopi.
"Saya sangat konsen dengan produk-produk dari BUMDes, dan salah satu produk unggulan Tabanan ini adalah kopi," ujarnya saat acara Tanah Lot Art & Culture Weekend Event di Tabanan, Bali, Sabtu (21/4).
Bermacam kopi dipamerkan dalam acara yang digelar mulai 20 hingga 22 April ini. Mulai dari kopi Robusta Pupuan, Celepuk Jatiluwih, Widya Parta Belatungan, Tugusari Pajahan, Kopies Kediri, Sri Sedana sampai Kopi Leak Munduk Temu. Kopi-kopi tersebut merupakan hasil binaan dari BUMDes yang bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Dharma Santhika untuk segi packaging dan pemasaran.
“Di festival ini saja terdapat 8 BUMDes dengan membawa produk kopi khas desanya masing-masing,†sambung Eka dalam keterangan tertulisnya.
Bupati Eka juga berharap pameran ini bisa membawa produk kopi khas Tabanan lebih dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Tanah Lot ini merupakan tempat wisata yang sudah dikenal oleh dunia, setiap harinya ribuan wisatawan mengunjungi Tanah Lot, dan ini adalah momen terbaik untuk memperkenalkan produk kita, baik itu dari BUMDes maupun Perusda," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan Perusda Dharma Santhika I Made Pasek Darma Sugiharta mengungkapkan bahwa berbagai macam kopi khas Tabanan sudah tersebar di 138 outlet pusat oleh-oleh di wilayah Bali.
Pemasarannya dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pusat oleh-oleh yang ada di Bali.
"Selain itu, kami juga memasarkan berbagai macam produk melalui online ataupun melalui pameran di beberapa daerah seperti Bali, Jakarta, dan Bogor," terangnya.
Adapun dalam acara ini Tanah Lot Art & Culture Weekend Event, wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot bisa merasakan kopi dengan berbagai pilihan rasa yang hanya dibanderol dengan harga Rp 5 ribu sampai Rp10 ribu per gelas.
[ian]
BERITA TERKAIT: