Namun demikian, Komisioner KPU RI, Viryan Aziz mengaku bahwa pihaknya telah memiliki langkah preventif dalam menghadapi masalah tersebut.
"Prinsipnya, pertama, pemilu ini hajat kita bersama. Dalam artian hajat bangsa negara kita. Kita mengajak seluruh kalangan, termasuk bagian IT dan teman-teman yang memiliki kemampuan dalam keamanan untuk mendukung kita," ungkap Viryan saat dikonfirmasi, Rabu (20/9).
KPU RI juga menyadari, tidak ada sistem keamanan yang sempurna. Untuk itu, elemen masyarakat, khususnya anak muda yang paham tentang itu diharapkan dapat menyokong kinerja KPU RI.
"Karena sebaik-baiknya sistem informasi yang dibuat biasanya tetap ada celahnya. Keamanan yang paling baik itu hubungan dari semua pihak," tutur Viryan seperti diberitakan
Kantorberitapemilu.com.
KPU RI telah menyiapkan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang akan digunakan parpol untuk menginput data. Pendaftaran parpol peserta Pilpres 2019 ini akan dibuka pada 3 hingga 16 Oktober 2017 mendatang.
Untuk itu, Viryan mengajak masyarakat, khususnya ahli IT, untuk bersama-sama menjaga keamanan Sipol tersebut
"Setinggi setinggi-tingginya standar keamanan ini, laksana TNI dengan rakyat. Jadi sistem keamanan semesta manunggal, bersama dengan rakyat mensukseskan pemilu. Poinnya demikian," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: