Setidak hal tersebut diakui langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Menurutnya, transportasi berbasis aplikasi online di Bogor mulai berpotensi memunculkan gejolak sebagaimana di kota besar lainnya.
Permasalahan utamanya sama, yaitu, angkutan online menjadi akar dari berkurangnya pendapatan para pengemudi transportasi konvensional.
"Ojek dan taksi online yang dibanyak kota sama laporannya seperti di Bogor, yaitu mengurangi pendapatan pengemudi angkot dan lain-lain, sehingga menimbulkan gejolak," tutur politisi PAN itu seperti diberitakan
RMOLJabar.com, Rabu (15/3).
Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat Kota Bogor Ishack menginginkan permasalahan taksi online diselesaikan langsung oleh pemerintah kota.
"Penyelesaian online itu, kita minta kepada pemerintah Kota Bogor untuk menertibkan itu semua. Mereka online harusnya kan di tempat tidak di jalanan ditertibkan, jangan mengundang kerawanan," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: