Cara pandang inilah yang menjadi inti buku "Selamatkan Nyawa, Hadirkan Tawa" yang ditulis seorang pemerhati kesehatan, DR. Cashtry Meher.
Dalam peluncuran buku tersebut, Cashtry menegaskan menjaga kehidupan adalah bentuk tertinggi dari peradaban sebuah bangsa.
"ketahanan kesehatan tidak semata diukur dari kemampuan merespons krisis, melainkan dari kapasitas sistemik bangsa untuk mencegah, melindungi, dan memulihkan kehidupan secara konsisten," ujar Cashtry dalam peluncuran bukunya di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu 14 Januari 2026.
Melalui buku ini, Cashtry mengajak publik melihat kesehatan sebagai sistem perlindungan kehidupan, sebuah sistem yang bekerja sebelum risiko muncul dan tetap hadir ketika tantangan datang.
Kata dia, buku ini lahir dari refleksi panjang atas pengalaman lapangan, dialog lintas disiplin, serta kebutuhan membangun sistem kesehatan yang tidak hanya tanggap, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan.
“Karena itu, buku ini mendorong kolaborasi penuh antara pemerintah, tenaga profesional, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat sebagai satu ekosistem kehidupan yang saling menguatkan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: