"Saat ini ada 25 orang tim Layanan Dukungan Psikososial. Sebelum mereka melaksanakan tugas mereka harus melakukan assement terlebih dahulu. Untuk sementara ini tim berfokus di empat titik pengungsian yang jumlahnya cukup besar. Assesment utamanya dilakukan pada kelompok rentan yakni lansia, disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui dan anak anak, serta warga yang ditinggalkan anggota keluarganya," jelas Mensos Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya, Minggu (11/12).
Dikatakan, hasil kaji cepat nantinya akan menjadi dasar pemberian layanan kepada pengungsi terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Berdasarkan data ini, tim juga akan menentukan intervensi atau aktivitas lanjutan untuk mengurangi dampak negatif dari gempa.
"Rapid assesement biasanya dilakukan dalam rentang waktu hari pertama sampai hari ke empat kejadian bencana. Ini sebagai data awal yang menjadi dasar untuk menyusun program layanan dukungan psikososial selanjutnya," beber Khofifah.
Sementara, Koordinator Tim Layanan Dukungan Psikososial Kemensos Milly Mildawati mengungkapkan hasil kaji cepat pada pengungsi yang kehilangan anggota keluarga menunjukkan bahwa mereka masih sangat berduka. Mereka juga ketakutan berada di dalam ruangan dan lebih memilih berada di luar rumah, beraktivitas dan tidur di tenda-tenda.
"Kondisi ini agak berbeda dengan warga yang tinggal di pesisir pantai. Ketakutan mereka berbeda, dua kali lipatnya. Mereka takut berada di dalam ruangan dan takut tsunami karena rumah mereka berada di bibir pantai," ujar Milly.
Terkait korban anak-anak, Milly mengungkapkan tim dukungan psikososial mendapati anak-anak juga masih mengalami rasa takut, terlebih saat terjadi gempa susulan. Mereka umumnya menunjukkan reaksi tubuh gemetar hebat, panik, saling berpelukan dan menjerit karena takut.
"Untuk hasil assesment kepada penyandang disabilitas diketahui jumlahnya kebih sedikit jika dibandingkan kelompok rentan lainnya, akan tetapi mereka tetap kami utamakan. Misalnya ada yang mengalami gangguan berjalan, kami gali kebutuhannya, dan mereka memerlukan alat bantu berjalan atau kursi roda," demikian Milly.
Berikut hasil rapid assement di empat lokasi pengungsian;
1. Meunasah Juroeng
- Jumlah pengungsi 1.300 jiwa
- Jumlah data terpilah, balita 150 orang, ibu hamil 20 orang, ibu menyusui 30, lansia 60 orang, anak disabilitas tujuh orang, dewasa disabilitas satu orang
2. Meunasah Balek
- Jumlah pengungsi 1.666 orang
- Jumlah data terpilah, balita 135 orang, anak usia SD 175 orang, ibu hamil 15 orang, ibu melahirkan lima orang, disabilitas sembilan orang
3. Paru Keude
- Jumlah pengungsi 2.100 orang
- Jumlah data terpilah, balita 222 orang, lansia 350 orang, korban meninggal dua orang
4. Meuraksa
- Jumlah pengungsi 1.535
- Data kelompok rentan, balita 135 balita, lansia 150 orang, korban meninggal empat orang.
[wah]
BERITA TERKAIT: