Kemensos telah mengerahkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk menyisir dan mengevakuasi korban meninggal maupun luka.
Demikian disampaikan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kemensos, Adhy Karyono dalam keterangan persnya.
Sementara, untuk meringankan beban para korban gempa, telah diterjunkan pula dapur umum lapangan (dumlap). Pembentukan dapur umum ini sangat penting karena para korban gempa di Aceh belum bisa melakukan aktivitas memasak. Untuk satu dumlap bisa menyediakan hingga 1000 porsi makanan.
Kemensos juga telah telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPPD) setempat agar dalam pelaksanaannya di lapangan terkoordinasi dengan baik.
Untuk korban meninggal, akan diberikan santunan kematian sebesar Rp15 juta per orang. Sementara korban luka maksimum Rp5 juta per orang.
"Nanti kita lihat data terakhir dulu, yang jelas Kementerian Sosial telah menyiapkan segala sesuatunya. Saat ini kita fokus pada upaya tanggap darurat, menyisir korban dan penanganannya," imbuh Adhy.
Pihak dari Kemensos siang ini, Rabu (7/12) akan segera bertolak ke Aceh. [zul]
BERITA TERKAIT: