“Banyak orang enggak dapat obat kemo, kosong di Tursina Dua. Obat Bortero. Sudah seminggu terpaksa pulang dulu. Harusnya kemo tanggal 4 Mei lalu, tapi enggak ada obat,” kata AR kepada
RMOLAceh, Kamis 7 Mei 2026.
AR mengatakan bahwa dirinya bukan satu-satunya pasien yang terdampak akibat kekosongan obat kemoterapi tersebut.
Menurut dia, sejumlah pasien lain juga mengalami penundaan jadwal pengobatan karena obat tidak tersedia di instalasi farmasi rumah sakit.
“Dari kawan-kawan di atas saya (jatah kemo) pulang karena enggak ada obat,” ungkap AR.
AR mengaku sudah dua kali mempertanyakan kondisi tersebut kepada dokter yang menangani. Namun, ia justru diminta menyampaikan keluhan langsung kepada manajemen rumah sakit.
“Saya disuruh komplain ke manajemen," kata AR.
AR menyebut keterlambatan kemoterapi mulai berdampak pada kondisi kesehatannya. Ia mengaku mengalami keluhan kebas-kebas setelah jadwal pengobatan tertunda akibat kekosongan obat.
“Ini sekarang saya kebas-kebas,” kata AR.
RMOLAceh telah menghubungi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat RSUDZA, Rahmadi, untuk meminta konfirmasi terkait kekosongan obat kemoterapi tersebut. Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
BERITA TERKAIT: