Semua Potensi Dimaksimalkan, Desa Bisa Mempercepat Akselerasi Pembangunan Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 10 Oktober 2016, 19:49 WIB
Semua Potensi Dimaksimalkan, Desa Bisa Mempercepat Akselerasi Pembangunan Nasional
Mendes (tengah)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menjelaskan  74.754 desa di Indonesia tidak hanya membutuhkan uang. Puluhan ribu desa tersebut juga membutuhkan managemen Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola potensi yang ada.

Saat mengunjungi desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Senin (10/10), dia menjelaskan jika setiap potensi yang ada bisa dimaksilkan, desa-desa di Indonesia diyakini akan mampu mempercepat akselerasi pembangunan nasional.

"Coba kita bayangkan kalau 74 ribu desa bisa membangun BUMDES maka setiap desa bisa memiliki penghasilan untuk mensejahterakan masyarakatnya," ujar Eko dalam keterangan persnya.

Dia menambahkan kalau Bumdes di Indonesia sudah banyak, perlu sinergi antar kementerian dan beberapa perusahaan untuk lebih membesarkannya. "Kalau dana desa 25% digunakan untuk peningkatan ekonomi dan BUMDES sudah banyak. Maka perusahaan seperti Indofood, Unilever akan mencari kita," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidoluhur, Hernawan Zudanto, menjelaskan bahwa Bumdes di Desa Sidoluhur baru mulai dibangun. Potensi yang saat ini baru digiatkan menurut Hernawan masih pada pengelolaan sampah, home industri dab UMKM.

"Ada kerjasama juga dengn Kementerian UKM. Aset bumdes belum terlalu besar. Karena baru mulai. Yang paling banyak pengelolaan sampah," ujarnya.

Disisi lain Camat Godean, Ahmad Yuno menjelaskan mayoritas masyarakat di Kecamatan Godean bergerak di bidang pertanian dan jasa. "Godean menjadi pengrajin genteng terbesar di Sleman. Pendapatan rata-rata masyarakat sudah diatas UMR. potensi kita mina padi, maksimal kita bisa memproduksi 7 ton beras," imbuhnya.

Ahmad Yuno juga menjelaskan kepada menteri terkait ketersediaan sarana pasca panen yang sudah berjalan. "Disini Gaokyan dah bagus. Punya penggilingan padi. Dankita sering menerima tamu untuk melakukan studi Banding," tutupnya.

Sebagai informasi, 86 Desa di Kabupaten Sleman rata-rata mendapatkan dana 2,3 Milyar yang terdiri dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Dana tersebut kebanyakan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. [zul]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA