Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Airlangga. Menurutnya, almarhum merupakan sosok intelektual yang konsisten menggeluti persoalan demokrasi, keadilan sosial, ekonomi-politik, sekaligus tekun menggali pemikiran Bung Karno.
"Indonesia kehilangan seorang intelektual yang memiliki keberanian berpikir, ketekunan akademik, dan kepedulian yang sangat kuat terhadap persoalan rakyat, demokrasi, serta masa depan Indonesia," kata Hasto.
Hasto menilai salah satu warisan penting Airlangga adalah upayanya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno agar tidak berhenti sebagai catatan sejarah maupun simbol.
Menurutnya, Airlangga meyakini gagasan Bung Karno harus terus dipelajari, diperdebatkan, dan dikontekstualisasikan untuk menjawab persoalan bangsa hari ini.
"Mas Angga mengingatkan kembali tentang falsafah pembebasan rakyat Marhaen sebagai praksis terpenting ideologi Pancasila," kata Hasto.
Ketekunan tersebut salah satunya dituangkan Airlangga melalui karya terbarunya, 'Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z', yang ditulis bersama Rocky Gerung.
Hasto juga mengenang perjumpaan intelektualnya dengan Airlangga di Blitar, Jawa Timur, pada pertengahan Juni 2026. Keduanya menjadi narasumber Seminar Nasional "Membumikan Pancasila" yang digelar di halaman Museum Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno.
Dalam forum tersebut, keduanya membahas pentingnya mengembalikan Pancasila dan Marhaenisme pada watak dasarnya sebagai ideologi yang berpihak kepada rakyat kecil.
BERITA TERKAIT: