Program tersebut diluncurkan oleh Ketua Baznas RI Sodik Mujahid, Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu 9 September 2026.
Sodik Mudjahid mengatakan, pendidikan menjadi salah satu cara penting untuk menyiapkan generasi Palestina yang nantinya dapat berkontribusi bagi masa depan negaranya.
“Kami percaya pendidikan adalah jalan menuju perdamaian," kata Sodik.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Brian Yuliarto mengatakan, program ini merupakan hasil kerja sama Kemdiktisaintek dan Baznas untuk membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.
"Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan," kata Brian.
Sementara itu, Idy Muzayyad mengatakan, Beasiswa Palestina Baznas merupakan skema baru bantuan Baznas untuk Palestina. Program ini dilatarbelakangi kondisi Palestina yang hingga kini masih sangat mengkhawatirkan, sehingga bantuan dalam bentuk pemulihan langsung belum dapat dilakukan secara optimal.
“Untuk itu, kami mengambil inisiatif untuk mengubah skema bantuan, yaitu memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina yang telah lulus S1 untuk melanjutkan S2 di Indonesia,” ujar Idy.
Idy mengatakan, Baznas telah mengalokasikan sekitar Rp22 miliar untuk 200 mahasiswa asal Palestina yang akan melanjutkan pendidikan S2 di Indonesia.
BERITA TERKAIT: