Komentar Pakar Telematika Soal Kasus Videotron Esek-esek Di Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 01 Oktober 2016, 13:18 WIB
Komentar Pakar Telematika Soal Kasus Videotron Esek-esek Di Jakarta
Foto/Net
rmol news logo . Ada sebanyak 58 titik videotron (billboard elektronik) yang tersebar di seluruh DKI Jakarta. Videotron ini menggunakan dua sistem, pertama dengan sistem stand alone dan kedua dengan sistem remote internet protocol (IP).

‎"Stand alone itu artinya dia rolling dari pagi sampai malam dan isinya itu saja, dan kalau ganti itu butuh manual. Artinya butuh dicolok di mesinnya," ujar pakar telematika Roy Suryo saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (1/10).

Sementara remote IP sudah diterapkan sejak empat tahun yang lalu. Sistem ini seperti siaran televisi yang memiliki frekuensi untuk mengganti siaran dengan menggunakan IP.

Roy berkeyakinan videotron yang memunculkan video porno di Jalan Prapanca Raya atau di dekat kantor Walikota Jakarta Selatan, dilakukan dengan cara remote IP.

"Apakah remote itu hacking atau kelalaian petugas di kantor? Itu lain soal, yang jelas itu bukan dicolok di situ. Karena setelah dimatikan dan dihidupkan lagi itu terus ngeblank terus muncul informasi kalau mau iklan hubungi nomor ini," sambungnya.

Sementara untuk teknisnya, wakil ketua umum Partai Demokrat ini menduga ada dua kemungkinan. Pertama karena sistem yang lemah dari penyedia jasa iklan dan kedua karena ada hacker yang meretas sistem remote IP.

"Ya, ada dua kemungkinan. Apakah yang di sistem itu lemah sehingga kemungkinan bocor atau ada hacking di tengah jalan‎," tandasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA