"Makin banyak pesaing Ahok, makin menguntungkan bagi Ahok, suaranya justru pecah, jadi untungkan Ahok," sebut Haris dalam acara rilis survei Cyrus Network di Jakarta, Rabu (11/11).
Dari rilis survei terbaru Cyrus bahwa antara loyalis dan pembenci Ahok saat ini cenderung berimbang di sekitar 40 persen. Makanya menurut Haris, jika ingin melawan Ahok, maka pesaingnya harus memanfaatkan pemilih yang tidak suka dengan Ahok.
Sejauh ini, Haris memang melihat banyak tokoh mengejutkan yang muncul seperti Adhyaksa Dault. Haris juga masih melihat sosok Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini merupakan pesaing potensial Ahok.
"Jadi terlihat Adhyaksa lebih mafaatkan segmen pemilih yang tidak suka sama Ahok, sejauh mana kelompok anti Ahok ini mempeluas jaringannya dalam pilkada nanti. Memang lawan paling siginifikan sejauh ini Ridwan Kamil atau Risma. Kalau mau lawan Ahok, pesaingnya harus bersatu terus kontroversi Ahok nanti mengut, jadi lebih kompetitif," demikian Haris.
Berdasarkan hasil survei Cyrus Network yang dirilis hari, didapati elektabilitas calon kepala daerah DKI masih dipimpin oleh Ahok (40,7 persen), disusul Ridwan Kamil (15,9 persen), Tri Rismaharini (9,1 persen), Adhyaksa sebesar (6,7 persen), Nachrowi Romli (5 persen), Tantowi Yahya (3,2 persen), Biem Benyamin (3,1 persen), Abraham Lunggana (2,3 persen), Djarot Saiful Hidayat (1,3 persen), Faisal Basri (0,9 persen), Boy Sadikin (0,7 persen) dan Sandiaga Uno (0,3 persen).
[rus]
BERITA TERKAIT: