“Pergantian ini mudah-mudahan membawa kebaikan bagi DPRD Jakarta dan meningkatkan kinerja DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan,” ujar Suhud di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Suhud juga mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung proses pergantian pimpinan DPRD DKI hingga berjalan lancar. Menurutnya, proses tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pimpinan DPRD sebelumnya, Pemprov DKI, pimpinan fraksi, hingga seluruh anggota DPRD DKI.
Menurut Suhud, salah satu fokus utamanya sebagai Ketua DPRD adalah melanjutkan capaian di bidang legislasi. Ia menilai, pembentukan peraturan daerah (Perda) menjadi indikator penting kinerja dewan karena berfungsi sebagai landasan hukum pembangunan Jakarta.
Ia menyebut, DPRD DKI telah berhasil menghasilkan sekira 20 Perda pada periode ini. Ke depan, lanjut Suhud, regulasi yang mendukung penguatan ekonomi daerah akan menjadi prioritas.
Selain itu, Suhud menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan.
“Bersama Gubernur, kami akan mendorong agar Jakarta menjadi lebih baik, terutama dalam aspek kesejahteraan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Suhud menyebut diperlukan berbagai terobosan, termasuk skema creative financing atau pembiayaan kreatif agar program pembangunan tetap berjalan optimal kendati dihadapkan pada keterbatasan fiskal.
“Jakarta masih menghadapi tantangan defisit anggaran, sehingga diperlukan inovasi dan terobosan agar pembangunan tidak terganggu oleh kondisi ekonomi,” katanya.
Dalam sisa masa jabatannya, Suhud juga berkomitmen mendorong optimalisasi sumber pendapatan daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menilai, peran badan usaha milik daerah (BUMD) perlu diperkuat untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Saat ini, lanjut Suhud, DKI Jakarta memiliki 22 BUMD yang memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah sekaligus memperkuat perekonomian ibu kota.
Suhud juga mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemprov DKI dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meski demikian, tetap harus diikuti perbaikan atas berbagai catatan hasil pemeriksaan BPK.
Lebih lanjut, Suhud mengungkapkan pesan yang disampaikan mantan Ketua DPRD DKI, Khoirudin. Ia diminta menjaga amanah, melanjutkan program-program yang telah berjalan baik, serta membangun kolaborasi yang kuat dengan Pemprov DKI dalam mendorong pembangunan Jakarta.
“Pesan beliau agar saya bekerja lebih baik, menjaga amanah, dan melanjutkan hal-hal baik yang sudah dikerjakan untuk kemajuan Jakarta,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: