Tim Mitigasi IDI: Klaster Demo Akan Picu Lonjakan Kasus Covid

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Jumat, 09 Oktober 2020, 11:13 WIB
Tim Mitigasi IDI: Klaster Demo Akan Picu Lonjakan Kasus Covid
Ilustrasi evakuasi pasien Covid-19/Net
rmol news logo Aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang berlangsung tiga hari kemarin dikhawatirkan menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi mengatakan, aksi demonstrasi yang mempertemukan ribuan hingga puluhan ribu orang sulit menjaga jarak fisik yang aman dari penularan Covid-19, dan juga sulit taat mengenakan masker.

"Berbagai seruan nyanyian maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama Covid," kata Adib dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/10).

Selain itu, Adib juga melihat kemungkinan penularan antara peserta demonstrasi yang datang dari kota atau wilayah yang berbeda. Hal ini patut dikhawatirkan menjadi sarana infeksi Covid-19.

"Mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke komunitasnya," tandasnya.

Karena itu, Adib memprediksi dalam kurun waktu satu sampai dua minggu ke depan kenaikan angka kasus positif Covid-19 akan semakin tinggi, karena akibat aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja.

"Kekuatiran kami dari sisi medis dan berdasarkan sains, hal yang membuat sebuah peristiwa terutama demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktifitas yang lain. Kekuatiran kami sebagai tenaga kesehatan, akan terjadi lonjakan masif yang akan terlihat dalam waktu 1-2 minggu mendatang," terangnya.

"Dalam kondisi saat ini saja, para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid yang terus bertambah," demikian Adib Khumaidi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA