Direktur Utama PT Kalbe Farma, Johan Parulian mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya mulai membantu pemeriksaan PCR sejak Senin lalu (13/4).
"PT Kalbe Farma melalui anak perusahaannya KALGen INNOLAB, per tanggal 13 April sudah siap menyediakan layanan service gold standar, dengan mendeteksi RNA virus Sars-Cov2 yang menjadi standar baku pemerintah Indonesia dan WHO," ujar Johan Parulian dalam jumpa pers virtual yang digelar, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (16/4).
Laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan PCR, diterangkannya, sudah sesuai surat edaran Menteri Kesehatan Nomor HK0201/Menkes/234/2020, tentang pedoman pemeriksaan uji PCR. Dimana, laboratorium KALGen INNOLAB memiliki fasilitas dengan biosafety level 2+.
"Serta peralatan pemeriksaan dan sumber daya manusia yang terlatih sesuai dengan persyaratan Kementerian Kesehatan," sambung Johan Parulian.
Dari kapasitas mesin yang ada saat ini, Kalbe baru bisa menyelesaikan 140 sampel PCR dalam sehari, atau 4.000 dalam sebulan. Akan tetapi Johan Parulian memastikan, pihaknya tengah meningkatkan kapasitas mesin untuk percepatan pemeriksaan.
"Segera kami tingkatkan menjadi 8.000 tes per bulan setelah mesin ekstraksi otomatis kami tiba di Jakarta," ucapnya.
Lebih lanjut, Johan Parulian menerangkan, laboratorium KALGen INNOLAB tidak melakukan tekhnis pengambilan sampel. Seperti melakukan Swab atau mengambil usapan dahak dari pasien corona.
"Sebagai laboratorium pemeriksaan Covid-19, KALGen INNOLAB tidak melayani pasien perorangan. Tetapi hanya menerima sampel dari rumah sakit khusus nya rumah sakit rujukan Covid-19," terang Johan Parulian.
"Dan hasil pemeriksaan laboratorium KALGen INNOlAB akan diketahui dalam waktu 24 jam sejak sampel kami terima," tutupnya menambahkan.
BERITA TERKAIT: